IHSG Tersendat di Sesi I, Turun Tipis Parkir di Level 8.141

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan sesi I Kamis (5/2/2026) ditutup melemah tipis di tengah pergerakan sektoral yang terbelah.

IHSG Tersendat di Sesi I, Turun Tipis Parkir di Level 8.141
Bacakan Artikel

EmTrust Emitentrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan sesi I Kamis (5/2/2026) ditutup melemah tipis di tengah pergerakan sektoral yang terbelah.

IHSG turun 0,06% atau 4,87 poin dan parkir di level 8.141,84, seiring tekanan dari mayoritas indeks sektoral yang kembali bergerak di zona merah.

Tekanan utama datang dari tujuh indeks sektoral yang melemah. Sektor barang baku memimpin penurunan dengan koreksi 2,21%, disusul sektor perindustrian yang turun 1,40%, serta sektor infrastruktur yang melemah 1,23%.

Selanjutnya, sektor barang konsumer non-primer terkoreksi 1,10%, properti dan real estate turun 0,86%, sektor teknologi melemah 0,49%, dan sektor kesehatan turun 0,44%.

Di sisi lain, empat sektor berhasil menopang pergerakan IHSG. Sektor barang konsumer primer memimpin penguatan dengan kenaikan 1,55%, diikuti sektor keuangan yang naik 0,58%, sektor energi menguat tipis 0,08%, serta sektor transportasi naik 0,02%.

Dari sisi aktivitas perdagangan, pergerakan pasar terpantau relatif seimbang. Hingga sesi I berakhir, sebanyak 515 saham menguat, 511 saham melemah, dan 262 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp10,9 triliun.

Sejumlah saham mencatatkan penguatan harga di tengah pasar yang bergerak terbatas. BLUE naik Rp575 ke level Rp6.250 per saham, TKIM menguat Rp375 ke Rp7.225, serta POLU naik Rp425 ke Rp21.000 per saham.

Sementara itu, tekanan jual masih terlihat pada sejumlah saham. SINI terkoreksi Rp1.550 ke Rp14.025, FILM turun Rp1.325 ke Rp7.600, dan MORA melemah Rp1.075 ke Rp6.125 per saham.

Dari sisi frekuensi perdagangan, MINA menjadi saham teraktif dengan 76.648 kali transaksi senilai Rp347 miliar. Selanjutnya BUMI diperdagangkan sebanyak 62.279 kali senilai Rp616 miliar, serta ANTM dengan 47.022 kali transaksi senilai Rp478 miliar.

Pada kelompok saham unggulan LQ45, tekanan jual dipimpin oleh Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang turun 6,16% ke Rp1.295 per saham, disusul Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang melemah 5,61% ke Rp2.860, serta Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang turun 4,48% ke Rp640 per saham.

Sementara itu, Top gainers LQ45 diisi oleh Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang melonjak 8,29% ke Rp2.220 per saham, Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) naik 5,20% ke Rp1.820, serta Astra International Tbk (ASII) yang menguat 4,49% ke Rp6.975 per saham.