Harga Emas Turun, Fundamental Saham EMAS Masih Solid

Harga emas global dalam beberapa hari terakhir memang mengalami koreksi jangka pendek setelah mencatat reli kuat sebelumnya. Namun koreksi ini dinilai hanya bersifat sementara dan tidak mengubah prospek struktural emas

Harga Emas Turun, Fundamental Saham EMAS Masih Solid
Bacakan Artikel

EmTrust Emitentrust.com - Harga emas global dalam beberapa hari terakhir memang mengalami koreksi jangka pendek setelah mencatat reli kuat sebelumnya. Namun koreksi ini dinilai hanya bersifat sementara dan tidak mengubah prospek struktural emas yang masih diproyeksikan bertahan di level tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Goldman Sachs dalam laporan terbarunya menegaskan bahwa pelemahan emas saat ini lebih disebabkan faktor teknikal dan volatilitas jangka pendek. Sementara itu, fondasi utama penopang harga emas dinilai masih sangat solid.

Permintaan bank sentral yang konsisten, fungsi emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap ketidakpastian kebijakan global, serta minat investor institusional yang cenderung “sticky” membuat prospek emas tetap konstruktif. Goldman menilai faktor-faktor tersebut tidak mudah berbalik arah hanya karena fluktuasi jangka pendek.

Di tengah kondisi tersebut, PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) justru berada pada posisi yang semakin menarik. Pasalnya, harga saham EMAS saat ini masih mencerminkan asumsi harga emas yang konservatif, sementara realisasi harga emas global sudah berada jauh di atas asumsi tersebut.

Dari sisi fundamental, EMAS juga tengah memasuki fase krusial. Proyek Emas Pani diproyeksikan segera masuk tahap produksi, dengan estimasi produksi awal lebih dari 90.000 ounce emas per tahun. Ini menjadi katalis penting yang berpotensi mendorong kinerja dan valuasi perseroan ke level yang lebih mencerminkan realitas pasar.

Selain itu, struktur biaya EMAS yang kompetitif membuat perseroan relatif lebih resilien dalam berbagai skenario harga emas. Dengan leverage yang besar terhadap pergerakan harga emas, setiap perbaikan sentimen pasar berpotensi langsung tercermin pada performa saham EMAS.

Dengan kata lain, pelemahan harga emas saat ini lebih tepat disebut sebagai “noise” ketimbang sinyal perubahan tren. Fundamental EMAS terus bergerak menuju fase yang lebih matang, sementara valuasi sahamnya masih tertinggal dibandingkan kondisi harga emas global yang sebenarnya.

Sejalan dengan pandangan Goldman Sachs bahwa koreksi emas bersifat sementara, saham EMAS dinilai tetap menarik dan berada pada level value buy bagi investor yang mampu melihat melampaui volatilitas jangka pendek.

Perlu diketahui PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) didirikan dengan nama PT Pani Bersama Jaya di Jakarta pada tahun 2015.

Perusahaan ini mengeksplorasi Proyek Emas Pani melalui beberapa anak perusahaannya. Proyek ini direncanakan akan menjadi salah satu lokasi penambangan emas utama di Indonesia, berlokasi di Gorontalo.

Proyek Emas Pani mengandung lebih dari 7 juta ons emas dengan umur tambang yang telah mencapai beberapa dekade.

EMAS IPO pada 23 September 2025 dengan jumlah saham sebanyak 1.618.023.300 Saham atau 10,00% dari modal disetor penuh pada harga Rp2.880.

Saat ini saham EMAS berada di level Rp6.550 per lembar.