Grup Bakrie (JGLE) Bakal Right Issue Buat Akuisisi Jungleland Sentul

Emiten grup Bakrie PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) bersiap melakukan aksi korporasi besar melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I

Grup Bakrie (JGLE) Bakal Right Issue Buat Akuisisi Jungleland Sentul
Bacakan Artikel

EmTrust Emitentrust.com - Emiten grup Bakrie PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) bersiap melakukan aksi korporasi besar melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue senilai Rp414 miliar.

Dana hasil aksi ini akan digunakan untuk mengakuisisi mayoritas saham pengelola Jungleland di Sentul sekaligus memperkuat struktur permodalan.

Selain rights issue, Perseroan juga akan melakukan penyesuaian kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2025 (KBLI 2025), sesuai Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025.

Perseroan akan menerbitkan sebanyak 8.280.033.448 saham baru seri B dengan nilai nominal Rp10 per saham dan harga pelaksanaan Rp50 per saham.

Total dana yang ditargetkan mencapai Rp414.001.672.400 dan seluruh saham baru tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

Setiap pemegang 270 saham seri A berhak memperoleh 99 HMETD, di mana setiap 1 HMETD dapat digunakan untuk membeli 1 saham baru seri B di harga Rp50.

Manajemen menegaskan bahwa aksi ini tidak menyebabkan perubahan pengendali.

Mayoritas dana rights issue, yakni sekitar Rp413,94 miliar, akan digunakan untuk membeli 14,78 miliar saham atau 61,86% kepemilikan di PT Jungleland Asia (JLA) dari PT Adiprotek Envirodunia (AE).

Nilai transaksi ini tergolong Transaksi Material berdasarkan POJK 17/2020 karena mencapai 38,03% dari total ekuitas Perseroan. Namun, karena nilainya tidak melebihi 50% dari batas ketentuan, transaksi ini tidak memerlukan persetujuan RUPS dan cukup melalui keterbukaan informasi.

Berdasarkan penilaian independen KJPP Febriman Siregar & Rekan, nilai wajar saham JLA yang diakuisisi mencapai Rp422,82 miliar—lebih tinggi dari harga transaksi—memberikan potensi gain on bargain purchase.

Perseroan memproyeksikan total keuntungan dari transaksi ini mencapai Rp570,8 miliar, yang terdiri dari Gain on bargain purchase Rp315,6 miliar, Laba pengukuran kembali nilai wajar Rp255,2 miliar dan Keuntungan tersebut dinilai dapat mengurangi saldo defisit secara signifikan dan memperkuat struktur permodalan.

JLA merupakan pengelola Jungleland Adventure Theme Park di Sentul dengan luas lahan sekitar 35 hektare dan tidak memiliki utang bank.

Pada 2026, JLA berencana mulai memasarkan proyek residensial di kawasan Sentul yang dinilai strategis karena memiliki akses tol serta fasilitas premium seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, sekolah, hingga lapangan golf.

Dengan konsolidasi JLA, Perseroan akan memperluas portofolio lahan dan memperkuat basis pengembangan properti residensial.

AE akan bertindak sebagai pembeli siaga dalam rights issue ini. Apabila terdapat sisa saham yang tidak diambil pemegang saham, AE akan menyerap seluruhnya melalui mekanisme inbreng saham JLA.

Setelah transaksi selesai, AE akan menjadi salah satu pemegang saham Perseroan.

Perseroan juga akan menyesuaikan kegiatan usaha dalam Anggaran Dasar dengan KBLI 2025, dengan rincian:

Kegiatan Usaha Utama

KBLI 68111 – Aktivitas Pengembangan Bangunan dan Lahan Hunian

Kegiatan Usaha Penunjang

KBLI 55102 – Aktivitas Hotel Bintang Empat

KBLI 93210 – Aktivitas Taman Bertema dan Taman Hiburan

Penyesuaian ini bersifat administratif dan tidak mengubah kegiatan usaha secara substansial.

Perkuat Neraca dan Prospek

Dengan tambahan aset tanah 35 hektare, perbaikan rasio utang terhadap modal, serta potensi peningkatan kapitalisasi pasar dan likuiditas saham, manajemen optimistis aksi ini akan meningkatkan valuasi dan prospek jangka panjang Perseroan.

Seperti diketahui PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE), pengelola Jungleland, dimiliki utamanya oleh PT Surya Global Nusantara (38,76%), yang merupakan cucu usaha dari Bakrie Development (ELTY). Investor lain termasuk Banque De Luxembourg (12,26%) dan EFG Bank AG (8,07%) per akhir 2025.

Saham JGLE diperdagangkan di papan FCA pada harga Rp43 per lembar saham.