Sebulan Terbang 78%, AIMS Beberkan Langkah Baru
PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) mengumumkan langkah strategis besar dengan rencana mengubah arah kegiatan usahanya menjadi perusahaan holding investasi (holding investama). Transformasi ini akan ditempuh
EmTrust Emitentrust.com - PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) mengumumkan langkah strategis besar dengan rencana mengubah arah kegiatan usahanya menjadi perusahaan holding investasi (holding investama). Transformasi ini akan ditempuh melalui penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) serta memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Corporate Secretary AIMS, Anton Hidayat, menyampaikan bahwa saat ini perseroan tengah menjajaki sejumlah perusahaan target yang berpotensi untuk dijadikan objek investasi maupun akuisisi.
Proses penjajakan tersebut dilakukan secara menyeluruh melalui kajian komersial, keuangan, legal, hingga kepatuhan (compliance) guna memastikan kesesuaian dengan strategi jangka panjang perusahaan.
Anton mengakui bahwa pembelajaran dari proses sebelumnya membuat AIMS kini jauh lebih selektif dalam mengambil keputusan korporasi. Perseroan menerapkan due diligence yang lebih ketat agar setiap aksi korporasi benar-benar memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.
Sejalan dengan rencana transformasi, AIMS juga melakukan penguatan tata kelola internal, mencakup penyempurnaan dokumentasi, audit, manajemen risiko, hingga penyusunan rencana kerja yang lebih akuntabel dan terukur sebagai fondasi menuju holding investasi yang solid.
Dari sisi kinerja, AIMS mencatatkan performa positif sepanjang paruh kedua tahun lalu. Pada kuartal III (Q3), perseroan berhasil memperoleh dua kontrak management survey eksplorasi pertambangan di Kalimantan Timur yang berkontribusi terhadap peningkatan ekuitas. Momentum positif berlanjut pada kuartal IV (Q4) dengan diperolehnya kontrak serupa sehingga ekuitas perseroan tetap terjaga hingga akhir tahun.
Meski demikian, manajemen juga mengakui adanya tantangan eksternal. Rumor kebijakan baru di sektor batu bara memicu aksi jual saham oleh banyak pelaku industri pada Q4, yang berdampak pada terbatasnya peluang short trading batu bara di pasar.
Menanggapi fluktuasi harga saham AIMS, manajemen menilai pergerakan tersebut sebagai bagian dari dinamika pasar yang dipengaruhi sentimen investor serta kondisi ekonomi makro. Fokus utama perseroan tetap pada penguatan fundamental bisnis dan keterbukaan informasi guna menciptakan nilai investasi jangka panjang.
Ke depan, AIMS telah menyiapkan empat pilar strategi utama, yakni melanjutkan lini bisnis trading batu bara, mematangkan persiapan perubahan bidang usaha, menyusun roadmap transformasi bisnis secara komprehensif, serta memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan kepatuhan.
Pada perdagangan hari ini Selasa (27/1) saham AIMS anjlok 14,6 persen atau ambles ARB ke level Rp700 per saham. Namun dalam sebulan naik 78 persen dari harga Rp392 pada 29 Desember 2025. Dalam enam bulan terbang 85 persen dari harga Rp378 pada 28 Juli 2025.