Laba BSI (BRIS) Tembus Rp7,56T Naik 8,02% di 2025
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp7,56 triliun sepanjang tahun 2025, naik dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,01 triliun.
EmTrust Emitentrust.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp7,56 triliun sepanjang tahun 2025, naik 8,02 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,01 triliun. Kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan, peningkatan dana syirkah temporer, serta penguatan aset perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, yang disampaikan Jumat (6/2) disaebutkan total aset BSI melonjak menjadi Rp456,19 triliun, meningkat signifikan dari Rp408,61 triliun pada akhir 2024. Kenaikan aset terutama didorong oleh pertumbuhan pembiayaan musyarakah dan piutang murabahah.
Pada sisi intermediasi, total pembiayaan bersih BSI mencapai Rp142,08 triliun, naik tajam dari Rp111,88 triliun pada tahun sebelumnya. Pembiayaan musyarakah menjadi motor utama dengan nilai bersih sebesar Rp139,24 triliun, meningkat drastis dibandingkan Rp109,04 triliun pada 2024.
Sementara itu, pendapatan usaha BSI tercatat Rp19,12 triliun, meningkat dari Rp17,40 triliun. Kinerja ini turut diperkuat oleh lonjakan fee based income yang mencapai Rp4,63 triliun serta keuntungan investasi surat berharga sebesar Rp1 triliun.
Dari sisi pendanaan, dana syirkah temporer melonjak menjadi Rp299,31 triliun, naik dari Rp261,29 triliun. Pertumbuhan terutama berasal dari giro, tabungan, dan deposito mudharabah yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap perbankan syariah nasional.
Ekuitas BSI juga menunjukkan penguatan signifikan. Total ekuitas naik menjadi Rp51,95 triliun, dibandingkan Rp45,04 triliun pada akhir 2024. Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya tercatat Rp26,79 triliun, mencerminkan ruang yang besar bagi penguatan modal dan ekspansi ke depan.
Dengan capaian tersebut, laba per saham (EPS) BSI meningkat menjadi Rp164,05, dari sebelumnya Rp151,88, seiring pertumbuhan laba dan konsistensi kinerja operasional sepanjang 2025.