INTP Tarik Ratusan Juta Saham Hasil Buyback, Ini Alasannya
Emiten produsen semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melaporkan perkembangan terkait pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) yang dilakukan perseroan di tengah kondisi pasar
EmTrust Emitentrust.com - Emiten produsen semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melaporkan perkembangan terkait pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) yang dilakukan perseroan di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi tajam pada periode Desember 2021 hingga Desember 2022.
Direktur Utama INTP, Christian Kartawijaya dalam laporannya mengonfirmasi telah merealisasikan pengalihan sebagian besar saham hasil buyback melalui mekanisme penarikan kembali saham (capital reduction).
Ditambahkan, total saham hasil buyback yang wajib dialihkan kembali mencapai 250.158.300 lembar saham. Saham-saham tersebut sebelumnya dibeli kembali dengan harga rata-rata Rp10.930 per saham.
Hingga Januari 2026, Indocement telah menarik kembali sebanyak 165.628.900 lembar saham, yang direalisasikan pada 22 Juli 2025.
Manajemen menjelaskan bahwa pengalihan dilakukan melalui skema pengurangan modal ditempatkan dan disetor. Langkah ini secara langsung akan mengurangi jumlah saham beredar di pasar, sebuah kebijakan yang kerap dipersepsikan positif oleh investor karena berpotensi meningkatkan laba per saham (earning per share/EPS).
Dijelaskan bahwa penarikan saham terbesar berasal dari program buyback yang diselesaikan pada Maret 2022. Pada periode tersebut, seluruh 152.282.100 lembar saham telah dialihkan sepenuhnya. Sementara itu, dari buyback yang rampung pada Juni 2022, perseroan baru merealisasikan pengalihan sebanyak 13.346.800 lembar saham dari total kewajiban 48.107.700 lembar.
Dengan demikian, hingga saat ini Indocement masih memiliki sisa kewajiban pengalihan saham hasil buyback sebanyak 84.529.400 lembar saham. Proses pengalihan ini akan terus dilakukan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.