IHSG Ngebut 1,17 Persen ke 8.748 di Penutupan Awal 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan tahun 2026 dengan performa impresif. Pada penutupan perdagangan Jumat (2/1/2026), IHSG melompat 101,19 poin atau 1,17% ke level 8.748,13

IHSG Ngebut 1,17 Persen ke 8.748 di Penutupan Awal 2026
Bacakan Artikel

EmTrust EmTrust- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan tahun 2026 dengan performa impresif. Pada penutupan perdagangan Jumat (2/1/2026), IHSG melompat 101,19 poin atau 1,17% ke level 8.748,13, menandai start positif di awal tahun.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di rentang 8.646 hingga 8.728, setelah dibuka langsung di level terendah 8.646 pada pagi hari. Aksi beli masif sejak sesi awal mendorong indeks melesat hingga zona hijau solid.

Kenaikan IHSG ditopang oleh sembilan dari sebelas indeks sektoral yang parkir di zona hijau. Sektor transportasi menjadi bintang utama dengan lonjakan tajam 6,56%, disusul sektor teknologi yang melesat 4,47%, serta barang konsumen siklikal yang naik 3,47%.

Sebaliknya, hanya dua sektor yang masih tertekan, yakni sektor keuangan yang terkoreksi 0,87% dan sektor kesehatan yang turun 0,58%, menahan laju IHSG agar tak naik lebih agresif.

Dari sisi aktivitas perdagangan, transaksi berlangsung super ramai. Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 50,29 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp21,92 triliun. Tercatat 479 saham menguat, 200 saham melemah, dan 131 saham stagnan.

Di jajaran top gainers LQ45, saham Bumi Resources Tbk (BUMI) mencuri perhatian dengan lonjakan spektakuler 14,75%, diikuti Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang melesat 10,69%, serta Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang naik 8,77%.

Sementara itu, top losers LQ45 ditempati oleh Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun 2,52%, Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 2,52%, dan Barito Pacific Tbk (BRPT) terkoreksi 2,45%.