IHSG Ditutup Loyo, Saham Agoes Projo- Salim (AMMN) Rontok 6,1%
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengakhiri perdagangan di zona merah pada penutupan akhir pekan, Jumat (23/1/2026). IHSG ditutup melemah 41 poin atau 0,46% ke level 8.951,01
EmTrust Emitentrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengakhiri perdagangan di zona merah pada penutupan akhir pekan, Jumat (23/1/2026). IHSG ditutup melemah 41 poin atau 0,46% ke level 8.951,01, seiring tekanan jual yang kembali mendominasi pasar pada sesi sore hari.
Pelemahan IHSG pada penutupan perdagangan terseret oleh penurunan sembilan indeks sektoral yang menjadi pemberat utama. Sektor transportasi mencatatkan koreksi terdalam dengan penurunan 2,29%, disusul sektor barang konsumer non-primer yang melemah 2,25%, serta sektor perindustrian yang turun 1,53%.
Tekanan juga terlihat pada sektor energi yang terkoreksi 0,96%, properti dan real estate turun 0,70%, teknologi melemah 0,60%, keuangan turun 0,45%, serta barang konsumer primer yang terkoreksi 0,19%.
Di sisi lain, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau, yakni sektor kesehatan yang naik 0,64% dan sektor infrastruktur yang menguat 0,17%.
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 63,6 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp31,77 triliun. Secara keseluruhan, 495 saham melemah, 191 saham menguat, dan 118 saham stagnan.
Dari deretan saham individual, beberapa emiten mencatatkan kenaikan harga signifikan. DCII melonjak Rp4.025 menjadi Rp219.775 per saham, MORA naik Rp1.100 ke level Rp14.075, dan ARKO menguat Rp1.075 menjadi Rp11.825 per saham.
Sementara itu, tekanan jual menekan sejumlah saham lainnya. PTRO turun Rp1.600 ke Rp9.175 per saham, PGUN melemah Rp1.525 ke Rp12.200, serta DSSA turun Rp1.200 menjadi Rp104.500 per saham.
Dari sisi aktivitas perdagangan, BUMI menjadi saham paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi 240.506 kali transaksi dan nilai mencapai Rp3,39 triliun. Selanjutnya LPKR ditransaksikan sebanyak 131.529 kali senilai Rp666 miliar, serta PTRO dengan 95.321 kali transaksi senilai Rp2,5 triliun.
Pada kelompok saham unggulan LQ45, tekanan jual paling besar dialami Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) milik Agoes Projosasmito dan Salim Grup yang turun 6,19% ke Rp7.200 per saham. Disusul Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melemah 5,82% ke Rp2.590, serta GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang turun 3,23% ke Rp60 per saham.
Sebaliknya, saham LQ45 yang mencatatkan penguatan dipimpin oleh Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang naik 5,96% ke Rp8.450, Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menguat 5,09% ke Rp2.270, serta Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang naik 5,07% ke Rp2.280 per saham.