GRPM Buka Keran Ekspansi, Target Kinerja Naik 10% Tahun Depan
EmTrust - PT Graha Prima Mentari Tbk. (GRPM) menargetkan pertumbuhan kinerja sebesar 10 persen pada tahun 2026, seiring dengan strategi optimalisasi penjualan di kuartal I-2026 yang ditopang momentum...
EmTrust EmTrust - PT Graha Prima Mentari Tbk. (GRPM) menargetkan pertumbuhan kinerja sebesar 10 persen pada tahun 2026, seiring dengan strategi optimalisasi penjualan di kuartal I-2026 yang ditopang momentum Ramadan dan Lebaran.
Direktur GRPM, Lili Solihah, menyampaikan bahwa dalam bisnis fast-moving consumer goods (FMCG), periode Ramadan menjadi kontributor utama terhadap volume penjualan perseroan. Sekitar 40–50 persen volume penjualan GRPM bergantung pada momentum musiman atau festive.
"Periode Desember hingga Maret merupakan waktu yang tepat bagi perseroan untuk meningkatkan penjualan, karena bertepatan dengan momen festive, termasuk Ramadan," ujar Lili.
Selain mengoptimalkan penjualan musiman, GRPM juga menyiapkan ekspansi area distribusi untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Perseroan memproyeksikan pengembangan distribusi ke Pulau Bali, Kalimantan, dan wilayah Indonesia Timur, yang dinilai masih memiliki potensi pasar yang luas. Di sisi lain, GRPM tetap menambah principal di wilayah distribusi yang sudah ada.
Untuk tahun 2026, manajemen menilai target pertumbuhan 10 persen sebagai angka yang realistis dan dapat dicapai. "Secara on paper, target 10 persen ini sangat capable untuk diraih," kata Lili.
Dari sisi diversifikasi usaha, GRPM berencana mulai mendistribusikan produk Dali Food, salah satu produsen makanan dan minuman terbesar asal China, pada awal 2026. Perseroan juga tengah menjajaki ketertarikan investor strategis guna memperkuat kerja sama bisnis.
Meski demikian, Lili menegaskan bahwa ketergantungan pendapatan GRPM terhadap produk Coca-Cola masih relatif besar. Namun, langkah penambahan principal dan perluasan area distribusi dilakukan bukan untuk mengurangi ketergantungan semata, melainkan untuk memperluas diversifikasi dan meningkatkan laba perseroan.
Terkait pendanaan, GRPM menilai posisi aset perseroan masih cukup kuat. Saat ini, manajemen tengah melakukan pembicaraan dengan perbankan terkait skema distributor financing. Perseroan memiliki fleksibilitas untuk melakukan leverage hingga 2–3 kali dari ekuitas, dengan agunan yang relatif rendah dan beban pembayaran yang dinilai masih terjangkau.
Di sisi pasar modal, GRPM juga menyatakan harapannya untuk dapat naik ke Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia. Menurut manajemen, perseroan telah memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain dari sisi aset, ekuitas, dan laba.