Fitch Turunkan Peringkat Kredit DOID, Kenapa?
PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha PT BUMA International Group Tbk (DOID), menyampaikan adanya perubahan peringkat kredit Perseroan sebagaimana diumumkan oleh PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch).
EmTrust Emitentrust.com - PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha PT BUMA International Group Tbk (DOID), menyampaikan adanya perubahan peringkat kredit Perseroan sebagaimana diumumkan oleh PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch).
Melalui pengumuman di situs resminya, Fitch menurunkan peringkat utang jangka panjang Perseroan dalam mata uang dolar AS menjadi B+ dari sebelumnya BB-. Selain itu, Fitch juga menurunkan peringkat nasional jangka panjang Perseroan menjadi A(idn) dari semula A+(idn).
Fitch turut menurunkan peringkat obligasi rupiah dan sukuk tanpa jaminan Perseroan menjadi A-(idn) dari sebelumnya A+(idn). Seluruh peringkat tersebut diberikan dengan prospek stabil.
Corporate Secretary & Head of Legal & Compliance BUMA, Samuel T. M. Sinaga, menjelaskan bahwa penurunan peringkat tersebut mencerminkan perubahan profil keuangan Perseroan sepanjang tahun 2025. Perubahan tersebut antara lain ditandai dengan meningkatnya rasio utang bersih terhadap EBITDA serta menurunnya rasio EBITDA terhadap beban bunga.
Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan laba pada kuartal pertama tahun 2025, yang disebabkan oleh faktor cuaca buruk serta adanya peralihan kontrak. Namun demikian, Perseroan menegaskan bahwa penurunan peringkat tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Selanjutnya, pada 5 Januari 2026, Fitch menarik kembali peringkat internasional Perseroan terkait utang dalam mata uang dolar AS karena alasan komersial. Sementara itu, hingga tanggal keterbukaan informasi ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) belum melakukan perubahan atas peringkat utang Perseroan.
Manajemen menegaskan bahwa peringkat kredit merupakan pendapat independen dari lembaga pemeringkat berdasarkan proyeksi, analisis, serta penilaian terhadap berbagai faktor yang relevan, dan tidak secara langsung mencerminkan kondisi operasional jangka pendek Perseroan.