Enam Saham Lepas Suspensi, Tiga Lanjut ARA
Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan Saham PT Logindo Samudramakmur Tbk. (LEAD), Saham PT Triniti Dinamik Tbk. (TRUE), Saham PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO),
EmTrust Emitentrust.com- Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan Saham PT Logindo Samudramakmur Tbk. (LEAD), Saham PT Triniti Dinamik Tbk. (TRUE), Saham PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO), Saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk. (PBSA), Saham PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk. (ENZO) dan Saham PT Trimitra Prawara Goldland Tbk. (ATAP)
Pasca pembukaan suspensi hari ini saham LEAD ambles 9,8 persen ARB ke level Rp206. LEAD dalam sebulan terkahir naik 64 persen dari harga Rp125 pada 23 Desember 2025.
Pasca pembukaan suspensi saham TRUE juga ambles 9,8 persen ARB k e level Rp478. TRUE dalam sebulan terkahir naik 159,7 persen dari harga Rp184 pada 23 Desember 2025.
Pasca pembukaan suspensi saham ARKO naik 10 persen atau ARA ke level Rp11.825. ARKO dalam sebulan terkahir naik 143 persen dari harga Rp4.860 pada 23 Desember 2025.
Pasca pembukaan suspensi saham PBSA ambles 11 persen ke level Rp2.390. PBSA dalam sebulan terkahir naik 56,2 persen dari harga Rp1.530 pada 23 Desember 2025.
Pasca pembukaan suspensi saham ENZO naik 9,5 persen atau menyentuh ARA ke level Rp103. ENZO dalam sebulan terkahir naik 128,8 persen dari harga di FCA Rp45 pada 23 Desember 2025.
Lalu ATAP Pasca pembukaan suspensi naik 9,8 persen atau menyentuh ARA ke level Rp835. ATAP dalam sebulan terkahir naik 60,5 persen dari harga Rp520 pada 23 Desember 2025.
Yulianto Aji Sadono Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangan tertulisnya Kamis (22/1) menuturkan bahwa suspensi saham tersebut dibuka kembali mulai sesi I tanggal 23 Januari 2026 di Pasar reguler dan Tunai.
Sebagai informasi, BEI mensuspensi saham LEAD, TRUE, ARKO dan PBSA pada tanggal 9 Januari, 13 dan 8 serta 22 Januari 2026 karena terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
Sementara itu saham ENZO dan ATAP disuspensi BEI pada perdagangan saham tanggal 22 Januari serta 13 Januari 2026 juga karena terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.