BFI Finance (BFIN) Siapkan Buyback Saham Rp100M dari Kas
Emiten pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) resmi mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp100 miliar.
EmTrust Emitentrus.com- Emiten pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) resmi mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp100 miliar. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas perdagangan saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.
Aksi korporasi tersebut mengacu pada ketentuan regulator, termasuk POJK No. 13/2023 serta Surat OJK No. S-102/D.04/2025, yang memberikan ruang bagi emiten melakukan buyback tanpa melalui persetujuan RUPS dalam situasi volatilitas tinggi.
Budi Darwan Munthe Corporate Secretary dalam keterangannya Jumat (20/2) menegaskan jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 1% dari total modal disetor.
Selain itu, setelah pelaksanaan buyback, porsi saham beredar di publik (free float) dipastikan tetap terjaga minimal 40% dari modal disetor, sesuai ketentuan Bursa.
Total dana Rp100 miliar yang disiapkan telah mencakup seluruh biaya transaksi dan komisi perantara pedagang efek.
Periode Buyback dimulai 23 Februari 2026 hingga maksimal tiga bulan setelah keterbukaan informasi sejak 20 Februari 2026. Perseroan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Buyback akan dilakukan melalui pasar reguler di Bursa Efek Indonesia dan dieksekusi melalui PT Trimegah Sekuritas Indonesia.
Harga pembelian saham akan ditetapkan pada level yang dinilai wajar oleh manajemen, dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan yang berlaku.
Perseroan memastikan aksi ini sepenuhnya menggunakan dana internal, tanpa tambahan pinjaman atau pembiayaan eksternal.
Saham hasil buyback nantinya akan dicatat sebagai saham treasuri yang menjadi pengurang ekuitas perseroan.
Manajemen menilai buyback ini tidak akan berdampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.
Berdasarkan simulasi proforma (dengan asumsi buyback Rp100 miliar dilakukan pada 2025), kinerja keuangan diperkirakan sebagai berikut:
Aset: turun Rp100 miliar menjadi Rp25,329 triliun
Ekuitas: turun Rp100 miliar menjadi Rp10,793 triliun
Laba bersih: tetap Rp1,167 triliun
ROA: 6,2% (stabil)
ROE: 14,8% (stabil)