Besok! Pengendali Baru AMMS Gelar Tender Offer Harga Rp156

Perusahaan investasi asal British Virgin Islands, Radiant Ruby Company Ltd, resmi mengumumkan pelaksanaan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) atas saham PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS).

Besok! Pengendali Baru AMMS Gelar Tender Offer Harga Rp156
Bacakan Artikel

EmTrust Emitentrust.com- Perusahaan investasi asal British Virgin Islands, Radiant Ruby Company Ltd, resmi mengumumkan pelaksanaan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) atas saham PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS).

Aksi korporasi ini dilakukan setelah Radiant Ruby menjadi pengendali baru AMMS dengan kepemilikan 51,00% saham, efektif sejak 24 Desember 2025.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Senin (2/2), Radiant Ruby menawarkan untuk membeli sebanyak-banyaknya 247.059.302 saham atau setara dengan 20,00% saham publik AMMS, dengan harga penawaran Rp156 per saham.

Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian AMMS di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman negosiasi, yang tercatat sebesar Rp155,72 per saham.

Periode pelaksanaan MTO dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, yakni mulai 3 Februari 2026 hingga 4 Maret 2026. Adapun tanggal pembayaran bagi pemegang saham yang mengikuti tender ditargetkan pada 9 Maret 2026.

Radiant Ruby menyatakan telah memiliki dana yang memadai untuk menyelesaikan seluruh transaksi MTO, yang bersumber dari kas internal perusahaan. Total nilai transaksi maksimal dari penawaran ini diperkirakan mencapai Rp38,54 miliar.

Seiring dengan perubahan pengendalian, Radiant Ruby mengungkapkan rencana untuk mengubah arah bisnis utama AMMS. Dari sebelumnya bergerak di sektor jasa budidaya perikanan dan real estat, perseroan akan diarahkan menjadi pengembang teknologi berbasis aset digital dan tokenisasi aset keuangan konvensional.

“Estimasi masa peralihan operasional dari kegiatan usaha lama ke kegiatan usaha baru adalah sekitar 6–12 bulan setelah selesainya proses penawaran tender wajib,” tulis manajemen.

Untuk mendukung strategi tersebut, AMMS berencana melakukan divestasi aset bisnis lama serta membuka peluang akuisisi perusahaan di industri tokenisasi pada kuartal III atau IV 2026.