BEI Layangkan Surat ke Emiten Milik Prajogo Pangestu (CDIA)
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) emiten milik Parjogo Pangestu akhirnya merespons Permintaan Penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi saham perseroan yang terjadi belakangan ini.
EmTrust Emitentrust.com - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) emiten milik Parjogo Pangestu akhirnya merespons Permintaan Penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi saham perseroan yang terjadi belakangan ini.
Perlu diketahui saham CDIA dalam sepekan terakhir turun 13,4 persen dari harga Rp1.260 pada 30 Januari 2026. Dalam sebulan turun 35,8 persen dari harga Rp1.700 pada 5 Januari 2026. Dalam enam bulan drop 38,7 persen dari harga Rp1.780.
Namun pada perdagangan hari ini Kamis (5/2) saham CDIA naik 0,93 persen ke level Rp1.090 per lembar.
Direktur CDIA Merly dalam penjelasannya pada Kamis (5/2) menyampaikan bahwa seluruh informasi material yang berpotensi memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal telah disampaikan sesuai ketentuan OJK dan BEI.
" Tidak terdapat informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik," jelas Merly dalam keterangannya kepada BEI melalui surat Nomor S-01487/BEI.PP3/02-2026 tertanggal 3 Februari 2026.
Menjawab pertanyaan Bursa terkait potensi informasi tersembunyi sebagaimana diatur dalam POJK No. 31/2015, Merly menegaskan telah mengungkapkan seluruh fakta material yang diketahui dan relevan.
Hal yang sama juga ditegaskan terkait kepatuhan terhadap Peraturan BEI Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi. Manajemen memastikan tidak ada pelanggaran atau kelalaian dalam penyampaian informasi kepada publik.
CDIA juga memastikan tidak terdapat informasi, fakta, maupun kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat memengaruhi harga saham ataupun kelangsungan usaha Perseroan selain yang telah dipublikasikan.
Dengan kata lain, volatilitas saham yang terjadi bukan dipicu oleh informasi material yang belum diungkapkan oleh manajemen.
Terkait kemungkinan adanya aktivitas pemegang saham tertentu, Perseroan menyatakan bahwa seluruh perubahan kepemilikan saham yang diketahui telah dilaporkan sesuai dengan POJK No. 11/2017.
Dalam surat tanggapan tersebut, CDIA juga mengonfirmasi rencana aksi korporasi pembelian kembali saham (share buyback) dalam waktu dekat.
Buyback saham akan dilaksanakan selama 3 bulan, terhitung sejak 6 Februari 2026 hingga 5 Mei 2026, dan telah diumumkan melalui keterbukaan informasi kepada publik pada 5 Februari 2026.
Menanggapi pertanyaan terkait rencana pemegang saham utama, Perseroan menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada rencana divestasi. Pemegang saham utama masih berkomitmen untuk mempertahankan kepemilikannya di CDIA.
Namun demikian, manajemen menegaskan bahwa setiap perubahan kepemilikan di masa depan akan dilaporkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.