BCA Cetak Laba Rp57,5T, Naik 4,9 Persen di 2025
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menutup tahun 2025 dengan kinerja solid, ditandai oleh pertumbuhan laba bersih 4,9% secara tahunan (YoY) menjadi Rp57,5 triliun. Capaian ini ditopang oleh pertumbuhan kredit
EmTrust Emitentrust.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menutup tahun 2025 dengan kinerja solid, ditandai oleh pertumbuhan laba bersih 4,9% secara tahunan (YoY) menjadi Rp57,5 triliun. Capaian ini ditopang oleh pertumbuhan kredit yang konsisten, peningkatan transaksi digital, serta efisiensi operasional yang semakin membaik.
Sepanjang 2025, total kredit BCA dan entitas anak tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp993 triliun per Desember 2025, dengan rata-rata pertumbuhan kredit mencapai 10,8%. Penyaluran kredit tersebar ke berbagai sektor strategis seperti manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, hingga rumah tangga. Dari sisi pendanaan, dana murah (CASA) meningkat 13,1% YoY menjadi Rp1.045 triliun, mencerminkan kuatnya kepercayaan nasabah terhadap BCA.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyampaikan bahwa kepercayaan nasabah serta dukungan pemerintah dan otoritas menjadi kunci keberhasilan perseroan melewati 2025 dengan kinerja positif. Berbagai program seperti BCA Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, dan Gebyar Hadiah BCA turut memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan bisnis perseroan.
Dari sisi penyaluran, kredit usaha tumbuh 9,9% YoY menjadi Rp756,5 triliun, sementara pembiayaan konsumer terjaga di Rp224,1 triliun, ditopang oleh KPR Rp142,3 triliun dan kredit kendaraan bermotor Rp56,6 triliun. Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) 1,7% dan loan at risk (LAR) membaik ke 4,8%.
BCA juga mencatat pertumbuhan kuat pada pembiayaan berkelanjutan. Kredit ke sektor berkelanjutan naik 11,7% YoY menjadi Rp255 triliun, termasuk pembiayaan energi baru terbarukan yang melonjak dua kali lipat menjadi Rp6,2 triliun, serta kredit kendaraan listrik yang tumbuh 53% YoY menjadi Rp3,6 triliun.
Di sisi transaksi, total frekuensi transaksi BCA sepanjang 2025 meningkat 17% YoY menjadi 42 miliar transaksi, dengan rekor hampir 300 juta transaksi dalam satu hari. Pendapatan bunga bersih tumbuh 4,1% YoY, pendapatan non-bunga melonjak 16% YoY, sehingga pendapatan operasional naik 5,4% YoY. Perbaikan cost to income ratio (CIR) turut menopang lonjakan laba bersih perseroan.