Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal PIPA–Shinhan Sekuritas

Kasus dugaan tindak pidana pasar modal yang melibatkan PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) dan PT Shinhan Sekuritas tengah diselidiki Bareskrim Polri.

Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal PIPA–Shinhan Sekuritas
Bacakan Artikel

EmTrust Emitentrust.com - Kasus dugaan tindak pidana pasar modal yang melibatkan PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) dan PT Shinhan Sekuritas tengah diselidiki Bareskrim Polri. Penyelidikan ini mencuat setelah saham PIPA sempat melonjak tajam pada awal kuartal IV/2025, sebelum akhirnya berbalik arah dan anjlok memasuki awal 2026.

Bareskrim Polri melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran pasar modal yang berkaitan dengan proses penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) PT Multi Makmur Lemindo. Dalam rangka penyelidikan tersebut, penyidik melakukan penggeledahan di kantor PT Shinhan Sekuritas yang bertindak sebagai penjamin emisi efek (underwriter) IPO PIPA.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, menyampaikan bahwa langkah penggeledahan tersebut juga dilakukan untuk menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan kasus dimaksud.

PT Multi Makmur Lemindo Tbk. melaksanakan IPO pada periode Maret–April 2023 dengan menawarkan sebanyak 925 juta saham baru atau setara 27,01% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Saham ditawarkan dengan nilai nominal Rp20 per saham.

PIPA resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2023 dan menghimpun dana publik sebesar Rp97,12 miliar. Aksi korporasi tersebut ditangani oleh PT Shinhan Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek sekaligus penjamin emisi efek.

Secara historis, Multi Makmur Lemindo berdiri pada 2005 dengan kegiatan awal berupa produksi dan perdagangan lem pipa. Pada 2012, perseroan mengalihkan fokus usaha ke produksi dan distribusi pipa berbahan dasar PVC (polyvinyl chloride), termasuk produk turunan serta material bahan bangunan lainnya.

Hingga 2023, PIPA tercatat memiliki fasilitas produksi pipa PVC, fitting PVC, produk material bangunan, dan lem PVC dengan kapasitas produksi terpasang sekitar 300 ton yang berlokasi di Kota Tangerang, Banten.

Babak baru bagi PIPA dimulai pada semester II/2025. PT Morris Capital Indonesia tercatat melakukan pembelian 174.675.000 saham PIPA pada harga Rp80 per saham pada 8 Agustus 2025. Aksi tersebut berlanjut hingga Morris Capital Indonesia resmi mengakuisisi 43,78% saham PIPA dan menjadi pemegang saham pengendali (PSP) baru.

Perubahan pengendali ini memicu lonjakan tajam saham PIPA di pasar. Harga saham PIPA melesat hingga menyentuh level tertinggi Rp625 pada 6 Oktober 2025. Level tersebut mencerminkan kenaikan sekitar 5.581,82% dibandingkan posisi Rp12 per saham pada awal 2025.

Namun, setelah mencetak harga pucuk, pergerakan saham PIPA berbalik arah. Pada penutupan perdagangan Selasa (3/2/2026), saham PIPA tercatat parkir di level Rp212 per saham, jauh di bawah posisi tertingginya.