Grup Tjokro Masuk! Bos GPSO Diganti
Logo usaha GPSO.
EmTrust EmTrus - PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) menyampaikan bahwa telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang bertempat di Jakarta pada Jumat, 19 Desember 2025. Rapat tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis, termasuk perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris serta persetujuan penjaminan aset Perseroan.
Seperti diketahui PT PIMSF Pulogadung yang merupakan grup Tjokro Bersaudara telah resmi menjadi pemegang saham mayoritas GPSO dengan kepemilikan mencapai 48,95% atau sebanyak 326.369.600 lembar saham, dengan status kepemilikan langsung dan tujuan investasi jangka panjang.
Group Tjokro pernah tersangkut kasus korupsi pengadaan barang dan peralatan oleh Direktorat Teknologi dan Produksi PT KS (Krakatau Steel) atau KRAS Tahun 2019.
Dalam RUPSLB dihadiri oleh para pemegang saham atau kuasanya yang mewakili jumlah saham dengan hak suara sah dan telah memenuhi kuorum sesuai Anggaran Dasar Perseroan serta ketentuan pasar modal yang berlaku. Dengan demikian, seluruh mata acara rapat dinyatakan sah dan mengikat.
Perubahan Direksi dan Dewan Komisaris
RUPSLB menyetujui pengunduran diri empat anggota Direksi dan Dewan Komisaris, sekaligus mengangkat lima nama baru untuk mengisi posisi manajemen dan pengawasan Perseroan.
Rapat menerima pengunduran diri:
Suriawati Tamin, Direktur Keuangan
Daniel Gunawan, Direktur Operasional
Priscilla Vikananda, Komisaris
Sidik Permana Ramadan, Komisaris Independen
Selanjutnya, RUPSLB mengangkat jajaran Direksi dan Dewan Komisaris baru yang efektif sejak ditutupnya Rapat, yaitu:
Dionysius Tjokro sebagai Direktur Utama
Axel Tobias Joel sebagai Direktur
Karnadi Margaka sebagai Komisaris Utama
Adi Sulaiman sebagai Komisaris
Purwan Habibie Siswanto sebagai Komisaris Independen
Dengan demikian, susunan Direksi dan Dewan Komisaris GPSO berlaku sejak ditutupnya RUPSLB hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2030.
Pada perdagangan hari ini Jumat (19/12) saham GPSO stagnan di level Rp765 per lembar. Dalam sepekan terakhir turun 6,3 persen dari harga Rp815 pada 15 Desember 2025.